Halaman

Senin, 23 Juni 2014

Mild cheddar sago cookies

Mommy lg kumat rajinnya... bikin kue buat adik Caeli kak... Ini soalnya mommy mulai pusing soalnya adik mulai susah makan lagi, giginya yg atas mau tumbuh lagi.. jadi mommy putar otak biar klo misalnya adik mam mam nasinya dikit tetep ada makanan yg masuk. Dan anehnya adik tu mirip papi banget, doyan ngemil.. jadi klo nasi lagi gak mau ngemil masih mau hehehe.. Klo beli snack bayi yg katanya sehat & bagus untuk bayi mahaaalll kak.. bisa bangkrut deh mommy hihihi... 
Yang kepikiran di otak mommy langsung kue sagu, terbuat dari sagu, bukan gandum jadi gluten free. Mau bikin yg gluten free bukan gaya-gayaan sih... tapi konon ceritanya percernaan bayi sebaiknya jangan diberi beban terlalu berat, makanan dari gandum mengandung banyak gluten yg relatif lebih susah dicerna. Gluten itu sebenarnya protein sih (protein gandum & serealia), & protein sebenarnya bagus juga, kecuali untuk orang yg alergi atau punya penyakit celiac. Untuk sementara adik gak mommy kasih makanan dari gandum dulu, adik mommy kasih makanan yg mudah dicerna dulu biar cepat diubah jadi energi.
Bikin kue sagu ini terispirasi dari mama tua Albert rajanya kue hehehe, mommy sering dikasih bagia kacang yg dibuat dari tepung sagu. Karena enak mommy tanya resepnya, lalu dikasih tau sekilas. Berdasarkan resep tersebut dulu mommy pernah bikin kue yg menyerupai bagia kacang mama tua, tapi dulu mommy buat dari tepung gandum.. jadi kayak putri salju kacang hehehehe.. :D Kali ini buat adik mommy mau buat yg dari sagu campur keju sebagai perasanya.
Oya ngomong-ngomong soal protein.. klo bikin kue itu sering sekali menemukan penggunaan tepung terigu (gandum) protein tinggi, protein sedang (all porpose flour), protein rendah.. Dulu mommy bingung apaan apaan sih itu, bedanya apa, bagusan mana ya??? jadi mommy baca-baca tuh ternyata penggunaannya yang berbeda, klo yg protein tinggi dipakai untuk membuat mie, roti, jadi adonannya liat karena banyak proteinnya, sedangkan klo mau membuat kue kering, gorengan pake yg protein rendah. klo protein sedang atau all purpose flour itu serba guna, mau dibuat roti bisa dibuat kukis bisa, dibuat bolu juga cocok. Itu deh sekilas tentang tepung, naaa dari situ mommy jadi tau klo yg melengketkan adonan itu adalah protein. makanya gak heran klo mama tua Albert bisa membuat kue tanpa telur tanpa gula, hanya tepung & air saja. (Mommy banyak belajar bikin kue dari mama tua Albert).
Waaaa.. jadi ngelantur kemana-mana ya... balik ke kuenya adik yuuukkk...
Karena tepung sagu minim protein jadi mommy menggunakan telur, mommy pilih telur ayam kampung, putih telurnya itu sember protein, trus kuningnya mommy sertakan juga karena kaya nutrisi & bagus buat adik. Telurnya cukup 1 aja dikocok lalu dicampur butter tawar (sisa yg ada di kulkas, kira-kira seperempat dari yg kemasan 100 g). karena gak pake ukuran jadi tepungnya yg menyesuaikan nih.... tepung sagu + maizena disangrai, tambahkan sedikit2 ke dalam kocokan telur & butter sampai konsistensi yg diinginkan, trus mommy tambahin keju juga biar gurih. Biasanya klo kue sagu dibentuk dengan semprit, tapi karena mommy gak punya plastik sempritnya jadi adonan mommy bikin agak padat biar bisa dibentuk pakai tangan. habis itu udah deh.. dioven sampai kekuningan.. & voilaa.. jadi deh...




Kamis, 22 Mei 2014

Memasuki langkah baru

Pewawancara 1 (P1): Kenapa milih PA??? Aku (A): karena suka dok, langsung ditimpali oleh Kadep.. pasti karena gak ada jaga malamnya ya??? (sambil tersenyum penuh arti).
A : ya itu salah satunya dok (hihihi.. diplomatis sekali, padahal dalam hati... ya iya donk *nyengir)
Habis kan klo langsung jawab: karena gak ada jaga malamnya kan kesannya gak mau struggle banget hihihihi
Padahal pilihannku ini karena aku harus berjuang untuk menyeimbangkan antara keluarga & pekerjaan, itu juga perjuangan lho...
Aku secara pribadi tidak ingin waktuku habis untuk pasien & ada di rumah sakit lebih lama dibanding di rumah & bersama keluarga, sebenarnya itulah alasan utamaku memilih Patologi Anatomi, selain karena memang suka (lumayan suka & untungnya dulu nilainya bagus hehehehe).
Awalnya gak berpikiran sama sekali untuk ngambil spesialis di ranah pre klinik, tapi setelah ditimbang-timbang akhirnya mantap hatiku mengambil PA. Memang sih.. sempat ada yg komentar, apa itu PA? ah.. gak keren.., iih nanti gak kaya lho/// Hmm apa??? Kereen??? Buatku keren atau tidak itu tidak penting. Yang penting adalah bekerja, berkarya & berbuat sesuatu. Kayaa??? Penting.. tapi sekaya apa sih yg mau dicari??? toh dengan gaji yg sekarang & gaji suamiku, itu cukup untuk keluarga kami, dan Puji Tuhan cukup pula kami bagi untuk yg  lebih membutuhkan, meskipun tidak banyak. Dan kaya bukanlah tujuan hidupku.

"Tidak penting seberapa banyak yg kamu punya, lebih penting seberapa banyak yang kamu kerjakan dan seberapa banyak yang kamu berikan"

Tuhan pasti memandang kami, & aku yakin kami tidak akan berkekurangan :)

Dan itu penting yaaa ditanamkan di otakku dari sekarang, jadi kelak saat aku sudah menjadi Sp.PA tidak melulu bekerja berorientasi untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Agar aku mampu sungguh-sungguh bekerja dari hatiku. Tidak boleh berhenti di tengah jalan, tidak boleh menyesal belakangan, tidak boleh iri hati dengan spesialis lain. Harus bekerja dari hati, dengan cinta,bersungguh-sungguh dan tanpa pamrih, belajar selalu & bekerja selalu.
Dengan keyakinan itulah akhirnya mantap hatiku memasukkan formulir PPDS Patologi Anatomi. Dengan jam kerja yg relatif lebih teratur aku pengen tetap belajar, mencari ilmu lebih lagi, meningkatkan kemampuan diri, meningkatkan karir tapi juga tetap punya cukup waktu untuk Caeli & papinya Caeli & terutama untuk Tuhan.

baliik ke wawancara yaaaa...
sebenarnya wawancaranya asyik, kayak ngobrol, tidak ada gap yg terlalu mencolok antara profesor, kadep & dosen2... kata teman2 yg wawancara sebelum aku sih paling yg agak mencecar tuh psikiater/psikolognya.

Teman2 pelamar hampir seluruhnya perempuan, cuma 1 yg laki-laki,  hehehehe... rasanya bidang yg kami pilih ini memang lebih banyak diminati ibu2 dengan alasan klasik agar lebih banyak waktu bersama keluarga. Tiap ada yg keluar dari ruang "eksekusi" pasti kami langsung ributtt.. "eh, apa tadi yg ditanya??" hehehehe.. kurang lebih sama, tentang pribadi kita, keluarga, persiapan sekolah, kesiapan mental... standardlah yaaa.... cuma tetep aja adaaaa aja pertanyaan & penyataan yg blunder dan akhirnya jadi jebakan batman buat kita sendiri, aaaaahhh.... makin dag dig dug aja... duuuh gimana nanti pas giliranku ya?????

Akhirnya tiba juga giliranku.... rasanya aku sudah cukup rapi (suamiku yg memilihkan baju batik & parfum yg harus kupakai saat interview). Katanya.. mommy.., mommy harus rapi & wangi waktu wawancara, karena kesan pertama itu sangat penting.. (cieeehh, hihihi.. thanks yah papi :* )
Dipanggil mbak Agita agar masuk ke ruangan, masuk & langsung menyapa selamat siang Prof, dok sambil tersenyum, & dijawab siaaanng... dengan kompak oleh tim & semua tersenyum.. (nervousnya sedikit berkurang, meski tetap takikardi & akral dingin).

Pertanyaan dibuka oleh Kadep.. dr, Familia.. lususan UGM 2007, ceritakan dari lulus ngapain aja... Mulailah aku cerita bla.. bla.. bla & ditimpali sana sini... Lebih banyak ditanya soal pribadi, kesiapan sekolah, persiapan yg dilakukan apa aja, kekurangan & kelebihan diri sendiri, bagaimana cara mengatasi stress & tekanan... sepertinya standard dengan pertanyaan pada interview pelamar kerja pada umumnya...

Yg paling agak "kereng" memang psikiaternya sih.. sementara profesor, kadep & Sp. PA yg lain lebih santai... Kayanya sih beliau2 welcome gitu.... dan semoga juga mereka mau menerimaku juga untuk belajar di Departemen PA... *berharaaapppp bangetttt

Karena aku punya bayi, jadi banyak juga ditanya soal anak nanti bagaimana... karena harus ditinggal2, Caeli skrg umurnya hampir 9 bulan..
Psikiater (P2): Pertama kali meninggalkan anak waktu anak umur berapa???
(A) : 2,5 bulan
P2 : Terusss, ASInya sampai berapa lama????
(A): (dengan mantap, yakin & PD) sampai sekarang masih ASI *tersenyum lebarrrrr :D :D
P2 : Ooooo... wah ini tough sekali...
(A*dalam hati) : hihihihi.. iya donk dok, hak ASI anak kan sampai 2 tahun... bagaimanapun aku akan berjuang memberi ASI sampai 2 tahun. Meraih mimpiku bukan berarti harus mengorbankan hak orang lain (baca: Caeli), & juga tidak menyerah pada keadaan. thanks to AIMI, thanks to Anastasia Shinta yg banyak memberi informasi & mensupport agar terus bisa ngASI :), juga pada ibu-ibu pejuang ASI lainnya.

Sekarang rangkaian ujian sudah selesai semua... psikotest done, kesehatan jiwa done, akademik done, terakhir kemarin presentasi jurnal done, semoga Tuhan memberkati langkahku, aku boleh menginjak lembaran baru keprofesianku. Semoga aku juga tetap mampu mendampingi keluargaku, mendampingi Caeli hingga ia nanti mengepakkan sayapnya tinggi-tinggi.

Orang bilang sekolah PPDS itu butuh pengorbaan, beratttt, menyita waktu, bahkan seringkali keluarga harus dikorbankan, memang hanya 5 tahun, tapi demi masa depan yg lebih baik. Tapi masa depan disini bukanlah masa depanku seorang saja, tapi juga masa depan keluarga kami, masa depan papi & masa depan Caeli. Tiga tahun pertama kehidupan Caeli adalah periode emas kehidupannya, dimana aku harus menanamkan nilai-nilai luhur dalam hidupnya, agar nanti dia menjadi perempuan mandiri, kuat, cerdas, penuh kasih, & mempunyai budi pekerti yg baik. Aku memilih untuk tetap mempunyai cukup banyak waktu untuk bersama-sama dengannya. Untungnya di Departemen PA jam kerjanya relatif lebih teratur dibanding bagian lain, jaga malam tidak banyak, jadi waktu untuk keluarga juga masih cukuplah.. :)

Inilah harapanku, semoga Tuhan merahmatinya... :)


*PS : kakak Max... doakan Mommy yaaaa :)




 



Kamis, 15 Mei 2014

Regina Caeli

Regina Caeli, laetare,
Alleluia!
Quia quem meruisti portare,
Alleluia!
Resurrexit, sicut dixit,
Alleluia!
Ora pro nobis Deum,
Alleluia!


Queen of Heaven, rejoice,
Alleluia!
For He whom thou wast worthy to bear,
Alleluia!
Has risen, as He said,
Alleluia!
Pray for us to God,
Alleluia!



Ratu surga bersukacitalah, Alleluya, Sebab Ia yang sudi kaukandung, Alleluya
Telah bangkit seperti di sabdakannya, Alleluya Doakanlah kami pada Allah, Alleluya !

Bersukacitalah dan ber gembiralah, Perawan Maria, alleluya, Sebab Tuhan sungguh telah bangkit, alleluya Marilah berdoa. (Hening)

Ya Allah, Engkau telah menggembirakan dunia dengan kebangkitan Putra-Mu,
Tuhan kami Yesus Kristus. Kami mohon; perkenankanlahkami bersukacita dalam kehidupan kekal bersama bunda-Nya, Perawan Maria.

Demi Kristus, pengantara kami. (Amin)

Kamis, 20 Maret 2014

foto baptis adik Caeli





Lihat kak... adikmu itu, klo udah tidur... mau ributnya kayak apa, mau dipindah sana pindah sini, teteeeeeppp aja nyenyak bobonya ya????? hahahahahahaha...
Mungkin adik ngerasa damai jadi boboknya sampai ngepluk hahahahahaha.....

Rabu, 12 Maret 2014

Adik Caeli

Hai.. hai... kakak... (sesuai janji mommy, sekarang mommy memanggilmu kakak karena sekarang sudah ada adik Caeli :p).. maaf yaaaa, mommy lama tak menulis surat untukmu. Soalnya laptop mommy rusak, skrg ini lagi menyabotase laptop papi hihihi (mumpung lg gak dipake :p).
Kakak... mommy gak kesepian lagi sekarang, mommy bahagiaaaaa sekali karena sekarang sudah ada adik Caeli... ;D :D Meskipun sudah ada adik, mommy & papi tidak melupakanmu lho... salam yg kami titipkan lewat Tuhan pasti sudah kamu terima kan???
Adikmu perempuan sangatttt lucu, wajahnya mirrriiiiip sekali denganmu, ya pipinya ya bibirnya, ya hidungnya.. ya rambutnya, wis jaaan, plek... mirip kakak & mirip papi.
Mommy & papi berandai2 pasti kakak yang usul sama Tuhan biar wajah adik dibuat mirip sekali denganmu ya??? hehehehehe... :p
Kehadiran adik menjadi pelipur lara buat mommy & papi, skrg sudah ada bayi yg diuyel2, yg menangis mencari mommy, yg membuat mommy & papi lebih sibuk lebih repot tapi juga menjadi lebih bahagia.. hmmm super bahagia malah.
Oya... mommy ceritakan arti nama adik ya... seperti namamu, nama adik juga mempunyai arti yang spesial.
Gabriella Christabel Caeli Candra. Gabriella itu bentuk feminim dari Gabriel yg adalah salah satu malaikat Allah, sang pembawa kabar suka cita pada Maria. Kakak di surga sudah bertemu dengannya kan? Adik kami beri nama Gabriella karena sejak pertama kali mommy tau akan kehadirannya di perut mommy, mommy & papi sungguh sangat bahagia. Kehadirannya bagaikan kabar suka cita yg dikirim Allah untuk mommy & papi ;). Oya, dalam bahasa Ibrani eh apa Yunanai ya (mommy lupa), gapapa deh... Gabriel itu artinya Allah adalah kekuatanku. Jadi dalam hidupnya nanti mommy mengharapkan dalam situasi apapun nanti dalam hidupnya, adik hanya mengandalkan Allah saja dalam hidupnya, hanya Allah saja yg menjadi kekuatannya... Amiiin (doakan adik ya).
Lalu Christabel.. itu papimu yg memilihkan namanya, dari Christ & belle, artinya pengikut Kristus yg cantik... (adikmu sangat cantik). Lalu Caeli (ni mommy yg ngotot pilih nama Caeli). Caeli artinya surga, potongan dari Regina Caeli (Ratu Surga). Regina Caeli sendiri adalah doa yg didaraskan pada masa paskah sebagai pengganti doa Angelus. Doa itu mencerminkan kemenangan kita karena kebangkitan Kristus. Naah.. kalo digabung2 arti dari nama adik tuh.. Gadis cantik pengikut Kristus yang mengandalkan Allah sebagai kekuatan sepanjang hidupnya hingga mencapai kemenangan & masuk dalam kerajaan surga. Dan bagi mommy & papi dia juga sebagai kabar gembira yg dikirimkan Allah dari surga.
Karena itulah mommy mempunyai tanggung jawab yang sangaaaaaaaattttt besar saat adik dititipkan pada kami. Doakan mommy sama papi ya... dan adik juga... :)
Kelak suatu saat semoga kita semua bertemu lagi di kerajaan surga :)
Klo Candra yaaa... sama dengan namamu, diambil dari nama papi, disematkan untuk menandai klo adik itu anaknya papi Candra... (papimu narsis ya???)  :D :D
Ya sudah... sampai disini dulu ya ceritanya... besok kapan2 mommy tulis surat lagi...
salam manis, sayang & cinta dari mommy, papi & adik Caeli :)

Kamis, 28 Februari 2013

Annunciation of The Lord



Hari Kabar Sukacita: Doa Bagi Janin yang Belum Terlahir
(Annunciation of The Lord)

Tuhan Yesus,
Engkau yang dengan setia mengunjungi dan memenuhi Gereja dan sejarah kemanusiaan dengan kehadiran-Mu. Engkau, dalam mukjizat Sakramen Tubuh dan Darah-mu, menyertakan kami sebagai bagian dalam kehidupan ilahi dan mengijinkan kami merasakan terlebih dahulu sukacita dari kehidupan yang kekal. Kami menyembah dan memuliakan-Mu.
Bersujud di hadapan-Mu, sumber dan kekasih Kehidupan, yang sungguh hadir dan tinggal di antara kami, kami memohon pada-Mu, bangkitkanlah dalam diri kami rasa hormat bagi setiap janin yang belum terlahir. Buatlah kami mampu melihat dalam buah rahim kehidupan itu sebuah karya mukjizat dari Sang Pencipta.  Bukalah hati kami dengan murah hati menyambut setiap bayi yang datang ke dunia ini. Berkatilah semua keluarga, sucikanlah bersatunya pasutri, buatlah cinta mereka menjadi berbuah.
Dampingilah pilihan-pilihan para anggota legislatif dengan terang dari Roh-Mu, sehingga bangsa-bangsa dan Negara-negara mampu mengenali dan menghargai kesucian alami dari kehidupan, dari setiap manusia. Bimbinglah karya para ilmuwan dan dokter  sehingga semua kemajuan dikontribusikan pada keejahteraan manusia  secara keeluruhan dan tidak seorangpun mengalami tekanan atau ketidakadilan. Berikanlah karya kasih yang kreatif pada para pelayan administrasi dan ekonom sehingga mereka mampu menyadari dan membina keadaan-keadaan yang mendukung agar para keluarga muda dapat menyambut dengan teduh kelahiran anak yang baru.
Hiburlah pasutri yang menderita karena tak mampu memiliki anak dan dalam kebaikan-Mu, berikanlah keturunan kepada mereka. Ajarilah kami semua untuk peduli kepada anak yatim piatu dan yang tersingkirkan supaya mereka mampu mengalami kehangatan dari Cinta-Mu, penghiburan dari Hati-Mu yang ilahi.
Bersama dengan Maria, Bunda-Mu, orang yang beriman mulia, dimana dalam kandungannya Engkau mengambil rupa manusia. Kami menanti untuk menerima dari-Mu, Allah yang sungguh baik dan Penyelamat kami, kekuatan untuk mencintai dan melayani kehidupan sebagai antisipasi hidup selamanya di dalam-Mu, dalam kesatuan dengan Tri Tunggal Maha Kudus.

(Paus Benediktus XVI)



Boy or Girl???

Baby Max.. mommy wants baby girl & papi wants baby boy... But will be baby boy or baby girl, actually doesn't really matter for us, because we have had you, a bumble bee baby boy.. :D